google ads

TEP UNDIP Petakan Potensi Pertanian Desa Transmigrasi Marga Mulya Lahat

Lahat – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 1 Kawasan Transmigrasi (KT) Kikim, Sumatera Selatan, melaksanakan survei potensi desa di Desa Marga Mulya, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahap awal pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi Kikim.

Survei dilakukan dengan menggali informasi secara langsung dari perangkat desa dan masyarakat mengenai kondisi sosial ekonomi, potensi pertanian, serta ketersediaan sarana pendukung aktivitas pertanian. Informasi tersebut menjadi bahan awal bagi tim dalam memahami karakteristik wilayah sebelum merancang bentuk program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Desa Marga Mulya, Jazuli, turut memberikan informasi mengenai kondisi dan potensi desa kepada Tim Ekspedisi Patriot. Dalam proses penggalian informasi, tim juga berdiskusi dengan Hamdan Sadikin, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus petani Desa Marga Mulya.

Hamdan menjelaskan bahwa pertanian menjadi salah satu aktivitas utama masyarakat desa. Menurutnya, dalam kondisi cuaca yang mendukung, petani dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam satu tahun.

“Untuk masa panen padi sendiri di desa kami dalam setahun dua kali panen dan kadang bisa sampai tiga kali jika cuaca mendukung,” ungkap Hamdan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, Desa Marga Mulya memiliki sekitar 756 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 2.460 jiwa. Sekitar 80 persen penduduk desa merupakan masyarakat transmigran.

Di sektor pertanian, terdapat sekitar 90 petani dengan luas lahan kurang lebih 50 hektare. Potensi tersebut menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam proses pemetaan yang dilakukan TEP Undip.

Namun demikian, aktivitas pertanian masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait ketersediaan dan distribusi air untuk irigasi. Desa Marga Mulya memiliki satu sumur bor di area persawahan, tetapi lokasinya berada di bagian hilir sehingga pemanfaatannya belum optimal untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian.

Selain kondisi infrastruktur pertanian, tim juga menggali informasi mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Berdasarkan data awal dari hasil survei, rata-rata pendapatan petani berada di kisaran Rp2,5 juta dalam periode tiga bulan.

Temuan tersebut masih menjadi bagian dari data awal yang perlu dikaji lebih lanjut oleh tim untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi pertanian dan perekonomian masyarakat Desa Marga Mulya.

Salah satu potensi pengembangan yang tengah dijajaki oleh TEP Undip Tim 1 KT Kikim adalah pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk mendukung sarana irigasi pertanian di kawasan transmigrasi.

Program tersebut merupakan program unggulan TEP Undip Tim 1 KT Kikim di bawah pendampingan dosen Undip, Jaka Windarta. Meskipun demikian, penerapan PATS masih berada pada tahap kajian dan survei lapangan.

Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air, kebutuhan irigasi, karakteristik lahan, serta kesiapan masyarakat. Tahapan tersebut diperlukan agar alternatif teknologi yang nantinya dikembangkan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Rencana pengembangan sarana irigasi melalui pemanfaatan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) mendapat perhatian dari masyarakat Desa Marga Mulya, khususnya para petani. Bagi masyarakat, ketersediaan air yang lebih memadai diharapkan dapat membantu menjaga produktivitas lahan dan mendukung keberlangsungan aktivitas pertanian.

Jazuli, Sekertaris Desa Marga Mulya, menyampaikan bahwa dukungan terhadap sarana irigasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi petani, terutama untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.

“Kami berharap kalau sarana air untuk sawah bisa lebih baik, petani juga lebih mudah mengatur kebutuhan air. Kalau air cukup, kami bisa lebih tenang dalam mengelola sawah dan berharap hasil panen juga bisa lebih baik,” ujar Hamdan.

Survei di Desa Marga Mulya merupakan bagian dari upaya pemetaan kawasan transmigrasi Kikim yang memiliki sekitar 21 desa transmigrasi yang tersebar di Kecamatan Kikim Timur, Kikim Tengah, Kikim Selatan, Kikim Barat, dan Pseksu.

Karakteristik setiap desa yang beragam membuat proses pemetaan menjadi penting untuk menentukan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Melalui survei langsung, TEP Undip berupaya memperoleh data yang bersumber dari kondisi nyata di lapangan serta pengalaman masyarakat sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pembangunan.

Tim Ekspedisi Patriot merupakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia untuk mendukung pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.

Pada tahun 2026, program ini melibatkan 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi mitra yang ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Peserta melakukan riset, kajian wilayah, dan pendampingan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, perikanan, peternakan, teknologi, ekonomi, sosial, tata ruang, dan lingkungan.

Bagi TEP Undip Tim 1 KT Kikim, survei di Desa Marga Mulya menjadi langkah awal untuk memahami potensi sekaligus tantangan pembangunan di kawasan transmigrasi. Data dan informasi yang diperoleh dari lapangan selanjutnya akan menjadi bahan kajian dalam menentukan arah program yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat, Undip melalui Tim Ekspedisi Patriot terus mendorong pengembangan potensi kawasan transmigrasi dengan memperhatikan kondisi, kebutuhan, dan karakteristik masyarakat setempat.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.